Langsung ke konten utama

self healing?

Dunia sedang diributkan oleh virus corona. Entah ini sebuah kabar baik atau kabar buruk bagi semesta. Manusia gempar mencoba menangani virus ini, meminta semua menghentikan aktivitas di luar rumah. "Semua berdiam diri di rumah" begitu katanya. Semesta sedikit kecewa dengan orang bebal, tapi mau bagaimana lagi tidak dapat bertahan hidup di dalam rumah bagi rakyat kecil. Manusia tidak pernah tahu bumi sedang ingin berhenti barang sejenak. Berhenti menghirup udara kotor dan sesak, berhenti merasakan sakitnnya digali terus menerus. Bumi juga perlu menumbuhkan rambutnya kembali. Tidak hanya manusia saja yang butuh self healing, bumi pun begitu. Selagi semua berhenti sejenak, semesta akan menyuguhkan sesuatu yang baik. Itu pasti!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepatah Kata Semesta

Kau pernah merasa sangat tinggi dan besar. Tanpa sadar bahwa ada yang lebih darimu. Sedikit sekali kau merasa sangat kecil. Wajar begitulah manusia. Semesta tak akan menyalahkanmu, tak akan menghujatmu sekalipun kau menyakitinya. Ini bukan tentang siapa-siapa, melainkan tentang diri sendiri. Semua kebaikan bukan tentang diri sendiri, melainkan tentang yang lain. Bukan baik untuk diri sendiri, tapi baik untuk yang lain. Begitulah cara semesta berpikir. Di bawah atap berhujan, di tengah dinginnya malam, selamat malam😊

Tidak Ada yang Salah dengan Mundur Seelangkah

Beranjak dewasa menjadi suatu ujian yang berat bagi beberapa remaja. Segelintir orang mulai mempertanyakan jati diri mereka. Sebagiannya lagi mulai merasa gagal. Kata orang hidup bukanlah sebuah kompetisi sehingga kau harus cepat-cepat mencapai kesusksesan. Tidak ada ukuran dari sukses, sukses dan bahagia masing-masing orang juga berbeda. Jangankan begitu, kita harus ingat bahwa di atas langit masih ada langit. maka janganlah bersombong hati. Hari ini, orang tersayangku meyakinkanku bahwa tidak ada salahnya untuk mundur satu langkah menyiapkan strategi yang mungkin akan lebih dasyat hasilnya. Setelah mendengar apa tetap tidak ragu? tidak, aku tetap ragu. seperti menanyakan bagaimana jika aku tertinggal jauh dengan teman-temanku? bagaimana jika aku harus beradaptasi kembali dengan orang-orang baru? bagaimana jika ini bukan yang kumau? yah semua pertanyaan itu ada di benakku. Tapi, ia meyakinkanku kembali tidak masalah dan sepertinya tidak ada jalan keluar selalin ini. Seperti pagi yang ...